Jumat, 24 Januari 2014

Jalur Pendakian Gunung Arjuno




Gunung arjuno merupakan gunung yang memiliki sejara mengenai kerajaan majapahit yang di perintah oleh prebu sri suhita. Digunung arjuno masih dapat di jumpai reruntuhan candi dan arca yang sebagian telah tertutup semak belukar. Peninggalan yang terdapat pada gunung arjuno menggambarkan masyarakat Indonesia biasa tidak mengikuti tekstur hindu-budha. Pada gunung arjuno anda dapat menjumpai peninggalan yang berupa batu pendupaan, bangunan berundak dan gua pertapaan. Selain itu anda juga dapat melihat candi selimpar dan candi lepak yang masih utuh. Untuk menjaga keutuhan kedua candi tersebut pemerintah setempat berkerjasama dengan departemen kepurbakalaan melindungi serta melestarikannya beserta arca dan benda lain.

Gunung arjuno ini juga merupakan gunung berapi tua. Walaupun gunung arjuno merupakan gunung berapi namun sekarang gunung arjuno tidak lagi aktif. Jadi anda tidak perlu khawatir gunung arjuno meletus saat mendaki gunung arjuno. Angin yang berhembus sangat kencang dan bersuhu 5-10 derajat celasius. Dipuncak gunung arjuno kita dapat meliht ke bawah tepatnya melihat arah perkotaan pada malam hari akan terlihat menajubkan. Kerlapan sinar lampu dari rumah-rumah dan kapal laut utara semakin memperindah pemandangan, sedangkan siang hari kita disuguhin dengan keindahan alam yang hijau,asri dan anginnya sejuk.puncak gunung arjuno biasa disebut puncak ringgit atau puncak Ogal-Agil.
Kita akan melanjutkan perjalanan melewati perkebunan the yang terdapat di wonosari. Perkebunan the merupakan pemandangan yang bagus, hijau dan asri pertama yang kita jumpai. Disini kita juga akan bertemu dengan para pemetik teh yang ramah sebagai awal yang baik untuk perjalanan kita. Setelah perjalanan sekitar 3 jam kita akan sampai di oro-oro ombo yang biasa di gunakan sebagai tempat berkemah untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan sambil menikmati pemandangan di bawah.
Hari telah pagi kita akan melanjutkan perjalanan menuju puncak gunung arjuno sekitar 7 jam. Kita akan melewati jalan yang terjal dan menjulang tinggi. Perjalanan semakin berat dengan suhu yang panas disiang hari serta akar belukar yang besar menghalangi perjalanan kita. Kita akan beristirahat untuk makan siang dulu namun yang anda harus ingat anda harus membawa sampah yang anda hasilkan untuk menjaga keindahan alam yang mungkin akan kita kunjungi lagi dikemudian hari. Rasa lelah akan sedikit berkurang dengan hamparan ilalang yang luas, serta hembusan angin yang berhembus lirih dan sejuk serta suara binatang yang akan sedikit menghibur perjalanan kita.
Perjalanan kita selanjutnya akan melewati hutan yang bernama hutan lali jiwo. Hutan ini sangat luas dan lebat. Hutan lali jiwo ini merupakan perjalanan kita yang terakhir sebelum sampai di puncak gunung arjuno.
Bagi anda yang menuju gunung arjuno setelah berada di puncak gunung welirang anda dapat berjalan turun kearah selatan sekitar 10 menit. Dari situ kita akan melalui hutan cemara serta melewati pinggiran gunung kembar I dan II. Sebelum kita sampai di puncak gunung arjuno kita akan menjumpai yang disebut Pasar dieng. Pasar ini terletak pada ketinggian yang sama dengan puncak gunung arjuno. Disini kita akan menjumpai bebatuan besar yang sebagian berjajar rapi menyeruapai pagar serta tanah datar yang luas. Perjalanan kita semakin dekat karena dari sini kita hanya memerlukan waktu 10 menit untuk sampai di puncak gunung arjuno. Pada dasarnya perjalanan kita dari puncak gunung welirang menuju gunung arjuno memakan waktu sekitar 6 jam.
Anda yang menginginkan kegunung arjuno melewati tretes maka jalur yang di tempuh sama dengan kegunung welirang dengan jalur sama. Perbedaannya ada pada setelah dipondokan maka harus mengambil jalur kiri yakni jalur depan musholla. Kita akan berjalan sekitar 10 menit dan sampai di lapangan kijang yang biasa disebut lembah kijang. Dari lembah kijang kita akan berjalan sekitar 6 jam danmelewati sekitar 3 puncak semu. Setelah 6 jam perjalanan maka kita telah sampai di puncak utama gunung Arjuno.



0 komentar:

Posting Komentar